Tanggamus, Harian Koridor.com-Aliansi mahasiswa Tanggamus bangkit (AMTB) di dampingi organisasi pekat gelar orasi di halaman sekretariat bupati Tanggamus pada Rabu (10/05)
Dalam orasinya AMTB mendesak DPRD Tanggamus untuk mengevaluasi tunjangan kinerja (Tukin ) sekda Tanggamus dan OPD Tanggamus, mengutuk tindakan kejahatan anggaran yang dilakukan oleh sekda Tanggamus, mendesak DPRD Tanggamus untuk mengganti pejabat sekda Tanggamus, meminta DPRD Tanggamus lebih profesional dalam mengawasi kinerja Pemerintah Daerah kabupaten Tanggamus baik birokrasi maupun pembangunan infrastruktur dan lain-lain, mendorong DPRD Tanggamus untuk mewujudkan pendidikan dan kesejahteraan yang berkualitas di kabupaten Tanggamus dan meminta DPRD dan Bupati Tanggamus untuk mengambil sikap atas proyek-proyek yang hanya untuk memperkaya diri.
Sangat di sayangkan dalam orasi ini hanya di hadiri oleh Asisten 3 kabupaten Tanggamus, sat pol PP kabupaten Tanggamus, Anggota polres Tanggamus serta beberapa pegawai pemerintah kabupaten Tanggamus.” Ujar Erwin ketua organisasi PEKAT ( pembela kesatuan tanah air Indonesia bersatu) Tanggamus.
Menurutnya orasi ini tidak akan ada titik temu tanpa bertemu langsung dengan sekda atau pun bupati,karena ini bukan yang pertama kali melakukan orasi jadi percuma saja melakukan audiensi jika harus di wakilkan lagi intinya kami ingin bertemu langsung dengan sekda atau bupati.” Ujarnya.
Erwin menegaskan bahwa siapapun pemerintah kabupaten Tanggamus yang tidak becus memimpin harus di berhentikan.
Sementara bupati Tanggamus sedang dinas luar dan sekda pun sedang sakit hingga tak masuk kantor,”ujar Asisten 3 kabupaten Tanggamus Johnsen Vanesa.
Dalam orasinya Septiawan perwakilan mahasiswa Tanggamus bangkit mengatakan “sekda mempunyai peranan penting dalam mengawal proses perubahan dengan cara melakukan gerakan reformasi birokrasi jadi sekda perlu menata birokrasi dengan perwujudan pelayanan prima supaya harapan masyarakat dapat tercapai. Namun Sangat disayangkan Pemerintah kabupaten Tanggamus hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan memperkaya diri.”ucapnya.
Ia mengatakan bahwa Tanggamus sedang tidak baik baik saja.
Hingga orasi di bubarkan tidak ada tanggapan apapun dari pemerintah kabupaten setempat.(*)
