Lampung– Tim minisoccer PWI Lampung menunjukkan semangat pantang menyerah saat menghadapi Sepakbola Cinta Sabar (SCS) dalam laga exhibition match di Lapangan Minisoccer Subanus, Kamis (1/10/2026).
Sempat dua kali tertinggal, PWI Lampung mampu bangkit dan memaksakan hasil imbang 3-3 hingga pertandingan berakhir.
Laga yang dimainkan dengan format 2 x 15 menit tersebut berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil agresif sejak menit awal dengan jual beli serangan.
SCS lebih dulu membuka keunggulan melalui Taufik Akbar. PWI Lampung kemudian merespons dengan meningkatkan koordinasi permainan. Fueng berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
SCS kembali unggul setelah Apen memanfaatkan celah di lini pertahanan PWI Lampung. Skor 2-1 bertahan hingga permainan memasuki fase berikutnya.
PWI Lampung yang terus memperbaiki organisasi permainan akhirnya kembali menyamakan kedudukan. Alhadis mencatatkan namanya di papan skor dan membuat laga kembali imbang 2-2.
Pertandingan semakin menarik ketika SCS kembali memimpin. Bayu mencetak gol melalui penyelesaian yang mampu mengecoh penjaga gawang PWI Lampung. SCS unggul 3-2.
Tertinggal untuk kedua kalinya, PWI Lampung tidak mengendurkan tekanan. Memasuki menit-menit akhir, para pemain PWI Lampung tampil lebih agresif dan mengandalkan serangan balik.
Kolaborasi Riedho dan Fueng menjadi kunci lahirnya gol penyama. Umpan matang dari skema serangan balik berhasil dimanfaatkan Fueng untuk mencetak gol keduanya sekaligus mengubah skor menjadi 3-3.
Kedua tim masih memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan pada sisa pertandingan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada tambahan gol.
Hasil imbang 3-3 menutup pertandingan yang menghasilkan enam gol tersebut.
Bagi PWI Lampung, laga ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) PWI 2027. Pertandingan uji coba dimanfaatkan untuk mengukur kondisi fisik, membangun chemistry, sekaligus mengevaluasi pola permainan tim.
Dua kali tertinggal dan dua kali pula mampu menyamakan kedudukan menjadi catatan tersendiri bagi PWI Lampung. Selain hasil akhir, kemampuan tim menjaga daya juang hingga menit terakhir menjadi bagian penting dari proses pematangan skuad.
Laga melawan SCS juga menjadi ruang evaluasi bagi tim pelatih dan pemain untuk memperbaiki koordinasi, komunikasi serta efektivitas penyelesaian akhir sebelum menghadapi persaingan di Porwanas 2027. (Doffa-Tim Humas Porwanas)
