Metro,Harian Koridor.com-Rino Panduwinata kembali menahkodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro. Dalam Konferensi Kota (Konferkot) VII, Rino terpilih secara aklamasi untuk kembali memimpin PWI Metro periode 2024-2027.

Rino meminta dukungan penuh seluruh anggota untuk bersama membangun PWI ke arah yang lebih baik.

“Saya manusia biasa dan banyak kekurangan, kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Mohon bimbingan dari semuanya,” kata dia dalam sambutannya di Komferkot VII di Wisma Haji Al-Khoiriyah.

Pada kesempatan itu, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah mengungkapkan bahwa anggota PWI harus terus bergerak dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kita harus cepat adaptif dengan kemajuan teknologi, sekarang ini ada Artificial Intelligence, kecerdasan buatan yang memang itupun kalau kita tidak segera memahaminya kita akan terlindas,” ucapnya.

“Beberapa peran-peran wartawan sudah digantikan oleh AI, sekarang lewat AI membuat artikel bisa. Itu yang maksud saya kita harus cepat meningkatkan kualitas dan mutu serta berproses dan beradaptasi dengan teknologi saat ini,” sambungnya.

Menurutnya, PWI Kota Metro ke depan perlu memprioritaskan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan sebagai program kerja.

“Maka di PWI itu jika ada 10 program, 1 sampai 9 nya itu pendidikan dan pelatihan dan yang ke-10 itu adalah dan lain-lain. Maka saya menghimbau kepada seluruh anggota PWI di Lampung ketika kegiatan itu berorientasi terhadap pendidikan dan pelatihan,” ujarnya.

“Kalau teknologinya berkembang wartawan yang tidak berkembang, habis kita. Jadi kita harus meningkatkan mutu dan kualitas kita,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa wartawan perlu memiliki kompetensi. Sehingga, seluruh anggota PWI di Lampung wajib mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW)

“Kalau uji kompetensi itu memang diwajibkan oleh dewan pers, karena PWI adalah konstituan dewan pers maka bagi PWI adalah wajib. Siapapun yang ingin menjadi anggota biasa PWI dia harus ikut uji kompetensi,” jelasnya.

“Uji kompetensi itu menurut kami, wartawan itu adalah profesi dan erat kaitannya dengan kompetensi. Karena narasumber akan yakin kepada kita bahwa kompetensi kita adalah wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi,” imbuhnya.

Selain profesionalitas wartawan, kode etik bagi anggota PWI juga harus dijunjung tinggi. Ia meminta seluruh anggota PWI Metro kedepan untuk menjalankan kode etik saat melakukan tugas peliputan.

“Karena kita ini profesi maka harus dibedakan, semua profesi itu adalah pekerjaan tetapi tidak semua pekerjaan itu adalah profesi. Profesi itu berkaitan erat dengan adanya kode etik, bagi kita kode etik itu dibuat supaya kita tidak arogan,” ungkapnya.

Wirahadikusumah, menjelaskan, PWI sebagai konstituen Dewan Pers, sehingga setiap wartawan yang akan menjadi anggota biasa diwajibkan mengikuti UKW.

“Maka untuk menekan arogansi itu perlu adanya kode etik yang berguna untuk mengontrol itu. Karenanya kita wartawan sebagai profesi, yang harus punya kompetensi. Kompetensinya diuji dan sudah ditetapkan oleh dewan pers, dewan pers itu adalah lembaga negara yang dibentuk melalui Keputusan Presiden,” bebernya.

“PWI yang sebagai salah satu konstituan dewan pers ikut aturan yang sudah diberlakukan oleh dewan pers itu. Maka UKW di PWI wajib hukumnya, tidak bisa menjadi anggota biasa PWI kalau dia tidak ikut uji kompetensi,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Metro, Wahdi mengapresiasi gelaran Konferkot VII PWI Kota Metro. Ia menilai hadirnya PWI sebagai pilar keempat demokrasi mampu memberi warna bagi Bumi Sai Wawai.

“Yang pertama PWI adalah merupakan empat pilar demokrasi, empat pilar pembangunan. Yang kedua PWI sebagai dalam hal ini media adalah civil society yang mewakili koreksi terhadap kelembagaan. Maka empat pilar itu yang menyangga lebih kokoh,” ucapnya.

“Konferensi ini harus menghasilkan sesuatu, nilai-nilai yang bermartabat, bermoral dan beretika serta memberikan warna dalam pembangunan di Kota Metro,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Wahdi juga menilai pembangunan di Metro dapat berjalan dengan baik berkat. (Husni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *