Metro,Harian Koridor.com-Setelah pasca lebaran idul fitri. Kini kondisi jalan Sutan Syahrir yang berada di Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, yang mengalami kerusakan dan berlubang dengan diameter cukup dalam, kini mulai dikeluhkan oleh warga.
Salah satu warga Samsi (45 thn) Mengatakan, jalan tersebut sudah cukup lama mengalami kondisi rusak dan berlubang. Namun kerusakan kali ini dinilai sudah cukup parah, karena jalan yang berlubang tersebut sudah semakin lebar dan dalam.
“Akibatnya banyak pengendara roda dua yang jatuh dari kendaraannya. Karena terperosok kedalam jalan berlubang yang cukup dalam. Bahkan ada pengendara sampai mengalami patah tangan karena terjatuh dari kendaraannya,” katanya, Senin (01/05/2023).
Sementara itu hal senada disampaikan oleh Haikal (50), Ia menyampaikan, bahwa jalan yang rusak dan berlubang tersebut memiliki tingkat volume kendaraan yang melintas cukup tinggi. Sehingga sangat diperlukan sekali perbaikan, karena sangat mengancam keselamatan pengendara yang melintas, terutama pengendara roda dua.
Sementara itu warga bumi sai wawai mengeluhkan proyek penimbunan jalan yang menggunakan batu belah.
Penimbunan jalan rusak dan berlubang yang dilakukan membahayakan pengguna jalan.
Kondisi terparah terjadi di ruas Jalan Gatot Subroto yang berada di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur. Menurut keterangan warga sekitar, di lokasi tersebut sudah empat kali kejadian pecah ban yang diakibatkan tajam nya batu belah yang dijadikan penimbunan.
“Gegara penimbunan lubang yang hanya menggunakan batu belah saja. Susah berulang terjadi ban pengendara yang rusak karena timbunan batunya tajam,” ujar Romli warga Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur.
Dia merasa heran, penimbunan hanya menggunakan batu belah tanpa lapisan batu sabase atau pun aspal.
“Kok enggak di lapisi dengan batu kecil. Kalau gini kan, bahaya bagi pengendara. Mana batu yang besar-besar ini terkadang mental-mental ke tengah jalan,” tambahnya.
Hal senada juga dikeluhkan warga yang melintas di Jalan WR Supratman, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara. Dalam penimbunan tersebut dirasa asal taruh saja tanpa memikirkan akibat dari kerjaan yang asal-asalan.
“Asal taruh saja tanpa di susun. Kalau kaya gini kan bahaya bagi pengendara, mana batunya nongol semua,” ungkap Joko pengendara sekitar Jalan WR Supratman.
Ditempat terpisah, Marni juga menyampaikan keluhannya atas banyaknya debu dikala panas disiang hari.
“Ya begini lah, kalau panas berdebu dan kalau habis hujan becek dan licin. Mbok ya kalau kerja itu yang sesuai dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tandasnya (Husni)
