Jakarta– Arak-arakan Kayu Ara Arsitektur Teknologi dan Budaya Lampung mengawali pameran yang digagas oleh anak muda kreatif yang dikomandoi oleh Angga Wijaya.
Barisan arak-arakan terdiri, pencak palang pintu, barisan penari, Anshori Djausal dan istri, Sekdaprov Marindo dan istri, barisan keluarga, barisan penari ke-2, Mighrul dan Perwala, para pegawai anjula dan barisan terakhir Dewan Kesenian Jakarta.
Gubernur Mirza Ajak LPM Menjadi Pendorong Pembangunan Provinsi LampungDua Tahun Arah Kebijakan Pertanian Pemerintahan Presiden Prabowo, Hanan Rozak: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan PetaniGubernur Mirza Buka Musda V LPM Provinsi Lampung
Star dari anjungan Lampung, rombongan arak-arakan berjalan diiringi tari dan gamelan berjalan menuju Contemporary Art Gallery TMII.
Pawai ini mengawali pameran tunggal jejak perjalanan Anshori Djausal digelar di Jakarta tepatnya, di dua lantai Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Mereka menggelar pameran selama sebulan penuh mulai hari ini, Sabtu (12/9/2026). Pameran nasional ini berlangsung selama satu bulan sampai 13 Oktober 2026.
Tampak hadir dalam pembukaan pameran selain Sekdaprov Marindo Kurniawan, mantan Pj. Gubernur Lampung Tursandi Alwi, Samsuddin, anggota DPR RI Bustami Zainuddin, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Warek Unila Dr. Habiburrahman, Dekan FEB Prof. Naerobi, para pejabat Pemprov Lampung, dari pengelola TMMI serta kurator Angga Wijaya. Lalu Brigjend TNI Indra Gumay keponakan Anshori Djausal.
