Lampung Tengah- Setelah sempat bersalaman dan meminta wartawan menunggu untuk dimintai klarifikasi terkait isu dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri justru menghilang ke dalam rumah dinasnya, dan belakangan diberitahu sedang tidur. Delapan wartawan yang menunggu hampir satu jam pun hanya bisa menyaksikan bagaimana transparansi publik di Lampung Tengah seperti ikut tertidur.

Peristiwa itu terjadi Rabu (10/12/25) sekitar pukul 13.00 WIB. Sejumlah Wartawan dari berbagai Media mendatangi rumah dinas Wabup untuk melakukan konfirmasi terkait pemberitaan dugaan kasus OTT yang disebut-sebut melibatkan Bupati Ardito.

Menurut NV, wartawan Pikiran Merdeka, setibanya di lokasi para jurnalis mendapati Wabup sedang menerima tamu. Namun mereka sempat bersalaman, dan Wabup menyatakan, “tunggu dulu ya, saya sedang ada tamu.”

Para wartawan pun menunggu di depan rumah dinas, duduk di tangga sebagaimana diarahkan. Setelah tamunya pergi, ajudan Wabup datang menemui mereka dan menyuruh para jurnalis menunggu di ruang tunggu belakang. Instruksi itu diikuti tanpa keberatan.

Namun waktu berjalan. Lima menit berubah jadi puluhan. Para wartawan menunggu, dan tetap menunggu hingga hampir satu jam.

Kebuntuan itu akhirnya membuat RG, wartawan Harian Bongkarpost, mencoba kembali menemui ajudan untuk menanyakan mengapa Wabup tidak kunjung muncul. Jawaban yang diterima justru membuat para jurnalis kehilangan kata-kata karena ajudan menyampaikan bahwa Wabup I Komang Koheri tiba-tiba tidur.

Mendengar kabar itu, para wartawan hanya bisa berbenah untuk pulang, membawa kekecewaan yang sulit ditutupi.

“Yang buat kami kecewa, kenapa Wabup tidak mau menemui kami terlebih dahulu, padahal kami sudah sampaikan, bahwa kami tidak lama, hanya 15 menit saja”, ujar para wartawan. “Kami benar benar kecewa sekali, atas respon Wabup terhadap kedatangan kami”, keluhnya.

Delapan Wartawan hadir saat itu: NV (Pikiran Merdeka), RG (Bongkarpost), YO (Sidak Post), MY (FokusIndonesia.com), LS (Investigasi), HI (Mercusuar), dan DKN (Lampungrayapost.com)

Semua menyaksikan rangkaian kejadian yang dimulai dengan jabatan tangan Wabup, dilanjutkan instruksi untuk menunggu, dan ditutup dengan pemberitahuan bahwa sang pejabat “tidur”.

Di tengah isu sensitif yang sedang membingkai situasi Lampung Tengah, publik tentu berharap pejabat daerah tampil memberikan penjelasan. Namun hari itu, yang tampil justru ironi: ketika wartawan menunggu jawaban, Wabup memilih tidur. Dan ketika publik menunggu transparansi, yang datang justru keheningan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Bupati I Komang Koheri mengenai kejadian tersebut, maupun terkait isu OTT yang hendak dikonfirmasi para wartawan. Mungkin publik memang harus menunggu, entah sampai kapan, hingga transparansi kembali bangun.

Pernyataan resmi dari Wakil Bupati I Komang Koheri mengenai kejadian tersebut, maupun terkait isu OTT yang hendak dikonfirmasi para Wartawan. Mungkin publik memang harus menunggu. Sampai kapan? Mungkin sampai transparansi kembali bangun dari tidurnya.(ella)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *