Way Kanan – Menyikapi keresahan masyarakat Kampung Negeri Batin, Kecamatan Umpu Semenguk, akibat kemunculan beruang yang diduga telah beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar kebun dan pemukiman warga, pihak kepolisian dari Polsek Blambangan Umpu bergerak cepat turun langsung ke lokasi utuk memastikan situasi di lapangan.

Sesaat setelah berbincang bersama para warga, Asep Ryan Wijaya, S.H (PS Panit Intelkam Polsek Blambangan Umpu) mewakili Kapolsek Kompol Catur Hendro Sutejo, S.H., menjelaskan bahwa dirinya diperintahkan langsung oleh pimpinan untuk mengumpulkan keterangan dari warga serta memantau langsung situasi dan kondisi di lokasi yang dilaporkan terdampak.

“Saya ditugaskan untuk mengecek langsung ke lapangan dan menghimpun semua informasi. Setelah itu, akan saya laporkan ke pimpinan kami agar segera dilakukan langkah-langkah lebih lanjut bersama pemerintah. Insyaallah laporan warga ini akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya, kamis (26/6/2025).

Dirinya menambahkan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Terlebih lagi, kemunculan beruang ini menimbulkan kehawatiran warga yang takut beraktivitas di kebun maupun di sekitar rumah mereka.

“Kita sama-sama berdoa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kepada masyarakat, saya imbau untuk tetap waspada dan hati-hati. Jika melihat keberadaan beruang, segera laporkan ke aparat terdekat, jangan bertindak sendiri,” lanjutnya.

Aparat kepolisian juga menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam penanganan lanjutan. Diharapkan, koordinasi lintas sektor ini dapat segera menghasilkan langkah nyata untuk mengamankan masyarakat sekaligus melindungi satwa yang merupakan bagian dari ekosistem alam.

Sementara itu, warga Dusun Sidorejo dan Way Kanca KM-16 saat ini masih diliputi kekhawatiran. Beberapa warga bahkan mengaku tidak berani ke kebun karena takut berhadapan langsung dengan beruang.

Dengan hadirnya aparat kepolisian di tengah masyarakat, diharapkan suasana menjadi lebih kondusif sambil menunggu langkah resmi dari BKSDA dan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *