Pringsewu,Harian Koridor.com-Kejaksaan Negeri Pringsewu telah melaksanakan penghentian perkara anak dengan inisial DF (17 Tahun) yang disangkakan melakukan tindak pidana penadahan karena yang bersangkutan menjual 1 unit handphone merk Samsung J2 prime hasil curian yang terjadi pada tanggal 18 Januari 2023 silam sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 480 ke-2 KUHPidana jo. Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Ade Indrawan, SH melalui Kasi Intelijen I Kadek Dwi A, SH., MH mengatakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana tersebut dilakukan oleh Kejari Pringsewu setelah tercapainya perdamaian antara korban dan pelaku anak yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Jaksa selaku fasilitator dan Badan Pemasyarakatan Pringsewu selaku mediator pada tanggal 02 Februari 2023 bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Pringsewu.Jumat(10/2)

Lanjutnya, berdasarkan kesepakatan perdamaian tersebut, Pengadilan Negeri Kota Agung telah menerbitkan Penetapan Nomor : 1/Pen.Div/2023/PN. Kot tanggal 07 Februari 2023 yang ditelah diterima oleh Kejari Pringsewu pada tanggal 09 Februari 2023, sehingga Kejaksaan Negeri Pringsewu pada hari yang sama segera melaksanakan penetapan diversi dengan mengeluarkan dan membebaskan pelaku anak dari tahanan sementara.

Bahwa ketentuan UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak pada prinsipnya mengamanatkan agar terhadap perkara anak wajib untuk diupayakan Diversi pada setiap tingkatan proses penegakan hukum termasuk juga oleh Kejaksaan sebelum melimpahkan perkara anak ke persidangan.

Upaya Diversi tersebut dilakukan dengan pendekatan keadilan restorative melalui musyawarah dengan melibatkan Anak dan orang tua/Walinya, korban dan/atau orang tua/Walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional guna tercapainya permufakatan perdamaian serta pemulihan kerugian yang diderita oleh korban serta komitmen dari anak untuk tidak lagi mengulangi perbuatan nya tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Ade Indrawan, SH melalui Kasi Intelijen I Kadek Dwi A, SH., MH menyampaikan Pelaksanaan diversi perkara ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan hak-hak anak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sekaligus memberikan pemahaman kepada anak-anak yang melakukan tindak pidana bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi yang serius.

Iya menambahkan akan tetapi melalui diversi tersebut juga dapat membantu mereka memperbaiki perilaku sehingga dapat kembali menjadi bagian dari masyarakat yang bermanfaat sekaligus memberikan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kejaksaan Negeri Pringsewu sebagai bagian dari Pemerintah yang menjalankan fungsinya dalam penegakan hukum berharap bahwa tindakan ini dapat menjadi gambaran bahwa penegakan hukum saat ini memberikan solusi alternatif bagi anak-anak yang melakukan tindak pidana, sehingga dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil dan bermakna.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dan memahami bahwa tindakan ini merupakan upaya untuk memberikan solusi alternatif bagi anak-anak yang melakukan tindak pidana dan memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki diri.”ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *